Sunday, May 6, 2018

Supaya Aman di Internet - Bebas 100% dari tracking

Post oleh : Jonska | Rilis : May 06, 2018 | Series :
Setelah kita melihat bagaimana facebook terlibat dalam skandal besar dengan Cambridge Analytica yang diketahui mereka menganalisis ‘BIG DATA’ dari user facebook khususnya di Amerika Serikat guna mempengaruhi swing-voters yang ada. Kita kemudian bertanya-tanya, apakah yang seharusnya bisa kita lakukan sebagai masyarakat yang bener-bener modern menghadapi masalah ini?

Intinya semua tentang Big-Data | sumber

Pada dasarnya seperti yang kita harus akui bahwa kejahatan itu selalu akan terjadi apabila ada celah (bug) yang bisa digunakan. Seperti yang sudah di-viralkan sedari dulu, facebook itu gratis. Nah kalau gratis, pemasukannya dari mana? ya jelas dari user. Userlah produk facebook, sebenernya prakteknya bener sih dari user untuk user. Akhirnya juga Cambridge Analytica adalah salah satu dari user-facebook. Sebenernya secara legal facebook ini tidak salah sama sekali lho. Yang menjadikan concern kan masyarakat ini kaget, sampai sejauh mana ‘data pribadi’ mereka ini dipergunakan? Dan ternyata ampuh untuk mempengaruhi pandangan dari masyarakat.

*Sebenernya tidak hanya facebook, sosmed dan pelayanan gratis seperti: instagram, whatsapp, twitter dan apalagi yang paling besar yang tidak nampak itu, google, juga patut dicurigai.

Masyarakat >>> Facebook >>> User lain


Dari skema di atas kita tahu, cara paling mudah untuk menghindari masalah adalah dengan tidak menggunakan facebook atau pelayanan serupa. Namun rencana ini absurd, karena kawan kita mayoritas adalah ada di facebook, kita ibarat akan kehilangan kawan kita apabila kita pergi dari facebook.

Sebenernya kawan agar bisa lebih aman, saya memiliki penawaran yang bisa untuk digunakan:
1. Gunakan browser terpisah berdasarkan fungsi
Pada dasarnya saya menggunakan browser terpisah untuk mencari informasi & social networking. Sosnet menggunakan cookies yang hidup dalam browser Anda. Cookies ini ibaratnya akan menyimpan semua alamat yang dikunjungi user dan secara otomatis menyimpan informasi itu dan akhirnya mencocokan iklan yang dipasang pada sosmed agar sesuai dengan kesakitan (pain) yang dirasakan oleh user. Dengan membedakan browser, facebook tidak akan ada kesempatan untuk mengetahui history yang anda kunjungi.

*Namun baru-baru ini saya menemukan tiba-tiba browser opera, menggunakan folder data yang sama dengan chrome. Dengan kata lain, data yang saya browsing pada opera akan juga dibaca oleh chrome. Sehingga saya menghapus opera dari komputer saya dan menggunakan browser lain

Beberapa browser yang saya rekomendasikan bagi kawan-kawan adalah: iridium dan brave browser. Browser itu saya gunakan untuk mencari informasi di internet. Juga selain itu saya menggunakan puffin browser khusus untuk membypass sensor yang ada di Indonesia. Saya tidak rekomendasi menggunakan TOR karena selain lambat juga akan bikin Anda emosi, hehehe...

2. Gunakan addons / ekstensi tambahan untuk browser
Beberapa ekstensi terbaik yang saya gunakan adalah misal seperti duckduckgo essential (chrome and firefox) yang bisa memaksa url untuk jadi https dan memblocking tracking. Vanilla (chrome) dan cookies auto-delete (firefox) untuk menghapus cookies secara otomatis. Kadang saya juga menggunakan mobile-agent-changer untuk mengelabui tracking yang ada dan mendapatkan bentuk tema terbaik dari website.

3. Mendiversifikasi penggunaan software.
Misal whatsapp > gunakan yang lain seperti telegram, line atau snaptchat
Misal facebook > gunakan lain seperti minds.com
Misal android > gunakan tencent atau lineageOS dll

  • Untuk yang rawan kena tracking gunakan saja untuk seneng-seneng, happy-happy. 
  • Untuk hal yang serius dan penuh dengan science gunakanlah yang bener-bener bulletproof.


anak-ganteng-cantik-baik-baik
anak baik-baik | sumber

4. Be a Good Boy/Girl
Jangan share foto-foto ‘memalukan’ atau berita aib melalui media sosial, karena bisa backlash banget pada Anda sendiri. Kawan saya sendiri juga berargumen: sebenernya sosmed, aplikasi chat, email itu tidak usah panjang-panjang dan lebih baik singkat saja untuk sekedar ‘ajak ketemuan’. Ketika ketemuan barulah kita bicara bebas di sono. Juga jangan sering-sering membagi lokasi Anda karena kelak bila ada orang yang tidak suka, Anda bisa dilacak dan kena penjahilan tingkat tinggi.

Namun kawan apabila masyarakat memang tidak peduli ya bagaimana lagi? Big data itu tanggung jawab bersama kan?

google+

linkedin