Tuesday, June 19, 2018

Mengapa isu tentang obat itu adalah yang paling sering dimanipulasi

Post oleh : Jonska | Rilis : June 19, 2018 | Series :

Semuanya tentang kebutuhan obat!

Apabila kawan tertarik dengan isu ini, coba deh baca manga berjudul 'tales demons and gods', maka kawan-kawan akan menemukan bahwa memang ide untuk mencari duit lewat obat itu sangat luar biasa: entah untuk suplemen (kalau dalam manga itu untuk meningkatkan level) ataupun untuk penyembuhan. Dengan memiliki satu rahasia resep saja, kita dapat memiliki kekayaan dari faktor kali obat tersebut. Karena kebutuhan obat itu unik, bukan termasuk kebutuhan sekunder atau tersier, namun juga sebenernya tidak selalu masuk kebutuhan primer. Semua obat dibutuhkan pada waktu yang krusial, sehingga orang memang berani bayar mahal untuk pengobatan.

Ilustrasi Obat-obatan
Pada akhirnya semua bermuara pada siapa yang diuntungkan. Pada dasarnya politisasi obat ini selalu mengacu pada 'resep' atau 'formula'.Kalau obat bisa diresep, maka tidak apa-apa (kata perusahaan). Kenapa? karena tidak bisa sembarang direplikasi, semua masuk ke saya. Dan memang inilah yang menjadi basic kemanusiaan kita, kadang ingin menguasai hal yang lebih besar.

Masih tidak percaya?


Apabila masih skeptis dengan pernyataan saya ini coba pertanyakan hal-hal berikut:
1. Bagaimana cara menguruskan badan?
2. Bagaimana cara menghilangkan jerawat?
3. Bagaimana cara untuk menghilangkan pegal-pegal?
4. Bagaimana cara untuk merawat kulit wajah? (kecantikan)
5. Bagaimana efektivitas untuk vaksinasi?
6. Bagaimana cara untuk menyembuhkan kanker?

Untuk nomor 1-4 itu masih mild, karena keuntungan tidak terlalu besar. Namun untuk nomer 5 ini, bayangkan hingga sekarang kok masih saja tidak ada obat yang ditemukan? Cocokkan dengan berapa biaya yang diperlukan untuk pengobatan (yang notabene jarang bisa total menyembuhkan itu?). Anda akan lihat bahwa seolah-olah tidak ada kepastian dalam pengobatan untuk topik-topik populer tersebut.

Semakin Tua, Semakin kita butuh obat / gizi baik?



Saya tidak akan banyak bullsh*ting!


"... semua ini kembali sendiri pada pribadi Anda... "

Saya tahu bahwa memang ada perusahaan PR yang di-hire untuk 'meluruskan' pemikiran masyarakat bila kemudian mereka berontak dan tidak percaya lagi dengan tradisi-farmasi itu. Meluruskan itu bisa dengan pola 1 cent army (untuk masuk di sosmed) atau bisa lewat lobi politisi. Hal-hal ini banyak dilaporkan oleh jurnalis di Amerika Serikat. Mungkin bila Anda berkata saya ini hanya pencetus teori konspirasi, itu terserah Anda. Tidak ada bahayanya kalau kita punya pemikiran lain akan sesuatu bukan? Itu cuma berbahaya bagi perusahaan tertentu.

Selain itu tidak ada intervensi dari dinas-kesehatan untuk meluruskan lagi pandangan bagi isu-isu tersebut. Isu-isu tersebut dilempar ke masyarakat dan dibiarkan diolah oleh pasar-bebas. Misal untuk menguruskan badan kan bisa ada hubungannya dengan mencegah diabet dan bisa meningkatkan angka kesehatan dan produktivitas di Indonesia, namun hal ini dianggap 'normal' untuk menjadi isu pop yang dimonetasi oleh berbagai oknum yang ada.  Saya di sini juga berharap dinas kesehatan memiliki keaktifan yang lebih pada bidang-bidang seperti ini.

Jenis-jenis pemberontakan masyarakat


Pada akhirnya masyarakatpun kemudian banyak yang memberontak dari topik-topik tersebut. Maksud saya berontak dari pilihan yang diajukan oleh tradisi-medikasi yang ada, misal untuk kanker yang harus melalui chemotherapi akhirnya menggunakan CBD (Cannabidiol) dan akhirnya 'menyembuhkan diri sendiri' atau misal ada yang mengalami kejang-kejang dan bisa 'waras' dengan komponen kimia seperti ini. Ataupun banyak fakta lain, misal ada yang menggunakan obat-obatan di MLM yang memang benar-benar sembuh daripada pilihan mahal pada rumah sakit.

Selain itu banyak desas-desus atau 'rahasia umum' yang menyebutkan bahwa banyak sekali orang-orang kaya yang kemudian uangnya diperas oleh pihak rumah sakit untuk membeli jenis-jenis obat tertentu yang lebih mahal, padahal ada alternatif yang murah. Yang mungkin hal ini berlangsung selama beberapa generasi ya? sehingga acapkali orang berduit menyekolahkan anaknya ke jurusan kedokteran untuk memitigasi masalah seperti ini. Sehingga kalau orang kaya itu sakit, bisa telpon saudaranya yang akan membantu mengkritisi resep dan pelayanan rumah sakit via telepon.

Juga selain itu alternatif murah selevel hebohnya CBD di Indonesia adalah ekstrak kulit manggis yang dianggap berkhasiat menyembuhkan diabetes

Pada akhirnya yang ingin saya tekankan di sini adalah memang isu tentang pengobatan ini banyak dimanipulasi karena pada masyarakat yang tidak-banyak-tahu, bisnis seperti ini sangat lucratif (menguntungkan)

google+

linkedin