Tuesday, June 19, 2018

Nasib Internet dunia ditentukan hari ini

Post oleh : Jonska | Rilis : June 19, 2018 | Series :
Setelah mengalami pergulatan yang sangat panjang pada akhirnya budaya-internet menemukan menemukan halangan yang paling besar. Halangan itu berasal dari sebuah peraturan yang bernama GDPR (General Data Protection Regulation). Peraturan ini mengatur tentang berbagai data yang bergerak di lintas internet.

Editan Roemoes
Saya sebagai blogger Indonesia biasanya pada awalnya hanya bisa bilang "halah... paling ya sama dengan isu net neutrality sebelumnya, hanya mempunyai efek pada orang luar aja. Indonesia aman lah!" tapi ternyata tidak kawan!

Isu net neutrality itu adalah tentang membatasi kecepatan pada situs-situs tertentu dengan paket-paket harga yang lebih mahal. Suspect motif dari peraturan ini adalah minat terhadap tv di eropa yang mulai berkurang oleh internet, sehingga dengan adanya aturan seperti ini harapannya bisa lebih booming lagi.

GDPR akan mengatur hal krusial ini ke depan beberapa hal ini (berdasarkan saringan vlogger terkenal macem Pewdipie dan Paul Joseph Watson):

1. Anda tidak akan bisa posting tentang data apapun secara bebas (meme termasuk), karena tiap data yang diupload wajib untuk melalui sebuah mekanisme/program yang diinginkan oleh peraturan GDPR ini, maksudnya wajib dipasang diserver tiap website di dunia. Konsekuensinya? Anda tidak akan bisa bebas share-link walau bagaimanapun benar berita itu, semua link akan dikuasai oleh salah satu golongan saja! Sehingga kalau ada link yang tidak disukai akan boom! hilang tidak diketahui. Ini kalau tidak salah ada pada artikel ke 11.

2. Fair use bisa dijegal keras tanpa kena kartu merah, mungkin saja: total impunity. Seperti yang kita tahu bahwa sebenernya intellectual-property itu tidak bisa secara unreasonable dipaksakan pada semua bagian pada karya. Misal gini guys: suatu kali ada syuting film oleh production Indonesia, kemudian pada satu bagian film itu: total ada 10 detik logo dan mobil bmw (misal nih), maka dengan adanya aturan GDPR ini BMW bisa saja mendapat 100% revenue dari keringat film-production itu. Hal ini dikarenakan adanya algoritma/konten-id yang dipaksakan, youtubers pasti banyak yang tahu/merasakan hal ini. Ini adalah hal yang diatur pada artikel ke 13.

▬▬ι═══════ﺤ    -═══════ι▬▬

Nah konsekuensi dari peraturan ini, bisa-bisa segala bentuk kreasi online menjadi buntu, singkatnya? Menghancurkan Internet. Hanya karena beberapa negara di Eropa, dunia bisa kena getahnya. Hal ini berhubungan dengan lokasi-lokasi server yang ada pada seluruh dunia juga serta eropa ini adalah negara premium yang juga berpengaruh.

Hal ini nantinya akan sama dengan peraturan-peraturan tentang cookies yang diwajibkan untuk diberikan notifikasinya pada netizen. Padahal hanya Eropa yang minta, tapi seluruh dunia kena. Saya hanya bisa bilang: ya karena internet ini cuma satu, satu yang menyatukan (memberikan link) pada seluruh bangsa.

Selain itu bagi penulis pada nantinya suara tidak lagi bebas, setidaknya tidak bebasnya itu secara finansial ya? Ketika ada ide yang luar biasa dan bisa dimonetasi eh karena X tidak suka maka akhirnya ide itu hilang kemana. Namun bukan berarti ide itu tidak bisa disuarakan

Saya menunggu bagaimana orang Eropa menanggapi ini, tanggal 20 ini adalah waktu di mana mereka bisa menjadi penentu bagi internet dunia lewat https://saveyourinternet.eu/act-now/. Sebenernya saya juga tidak suka kalimat itu, Indonesia punya nasib-internet-nya sendiri juga kan? Tapi sudahlah.





google+

linkedin