Untuk mengisi edisi kemerdekaan kali ini Roemoes akan menulis sebuah cerita yang mungkin bagi para ahli akan dibilang noob dll. Saya terinspirasi dari banyak sekali bacaan fiksi, kalau author bisa menulis sebuah cerita dengan berbagai logika dibaliknya mengapa saya tidak? Mari kita menjadi sedikit overbearing dengan mengindahkan berbagai ancaman dari lawan politik di Indonesia.
Yang saya butuhkan adalah:
Saya tidak menganggap bahwa kemudian karena negara itu sukses secara industrial dan informatika kelak kemudian menjadi someone which disdain to see anything else. Mereka juga butuh liburan dan lain-lain. Indonesia bisa menjadi bagian dari itu melalui LINGKUNGANnya. Tidak serta merta orang memilih suatu negara untuk berpariwisata: selain keamanan, makanan dan kebudayaan, lingkungan yang paling TOP TIER itu yang mereka butuhkan. Lingkungan itu sifatnya subliminal (tak kelihatan) namun efeknya paling besar.
Penekanan enforcement oleh kementrian ini saya garis bawahkan pada 2 kementrian berikutnya. Yaitu bagaimana agar supaya pariwisata dan perikanan itu tidak terganggu oleh masyarakat (baik publik maupun privat-swasta). Saya kurang menyebut soal pertanian karena melihat proyeksi ke depan masyarakat Indonesia yang mungkin menjadi lebih padat. Kita ambil cara yang paling cepat dan efektif.
Metode-metode pop bisa kita lihat melalui instagram atau sosnet lain, mana saja yang baik dan tidak bertentangan dengan moral agama bisa diekstrak dengan kerja sama dengan organisasi moderat. Saya tidak berharap banyak dari fundamentalis, kaum ini sangat detached terhadap realita. Contoh guidelines dari negara yang sudah maju melalui mahasiswa yang berkuliah di sana. Ambil yang baik, kurangi yang buruk. Semua harus menggunakan metode pragmatis yang menekankan hasil, koreksi bisa dilakukan nanti.
Preman bisa digerakan dengan benefit. Preman adalah seseorang yang tidak bisa dikungkung, namun bukan berarti dia buta terhadap benefit/keuntungan. Artikulasi yang baik dari negosiator sangat penting untuk ini. Ketika persuasi pada daerah-daerah kecil memang membuat untung besar, preman yang waras juga akan terbuka. Tidak ada orang yang secara nature menikmati hal yang jahat dalam hidup mereka, mereka juga menginginkan kehangatan dalam masyarakat yang makmur.
Kebersihan dan kerapian sebagai budaya harus banyak ditekankan. Kita memakai sebuah baju dalam tindakan yang penuh dengan kebersihan dan kerapian, melakukan segala sesuatu dengan nilai-nilai estetika. Bagi orang yang awam, itu akan kelihatan tidak berguna. Tapi begitu sudah melakukan maka hal ini akan mendatangkan 'sense of fulfilment' dan 'sense of achievement' tersendiri. Orang awam akan puas dengan lv 0 tapi begitu naik level lebih tinggi, skill mereka yang belum terbuka akan muncul dan mereka akan craving untuk naik level yang lebih tinggi. Dari kebersihan dan kerapian kemudian akan membawa pada kesenian dan inovasi yang lebih tinggi.
Yang saya butuhkan adalah:
- Menteri Lingkungan Hidup
- Menteri Pariwisata
- Menteri Perikanan
*Mungkin menteri yang lain juga dibutuhkan seperti misal untuk advertising, contoh menteri agama & olahraga. Namun core inti rencana saya adalah pada 3 menteri tersebut.
Seperti yang sudah Roemoes pos sebelumnya tentang "Bagaimana indonesia supaya lebih maju" saya menekankan tentang pertanyaan mana sebenernya competitive advantage indonesia yang sebenernya sudah ada namun tidak dihiraukan. Dari kata-kata NUSANTARA aja, kita seharusnya sudah tau kan? coba bandingkan negera kita dengan negara lain.
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP
Core yang paling dasar dan keras (must be enforced) adalah pada kementrian ini, kita harus paham bagaimana situasi geopolitik di dunia. Siapa yang menguasai industri, siapa yang menguasai media, siapa yang menguasai sains, dll. Indonesia memang negara yang jarang disentuh karena mungkin dianggap tidak signifikan. Kita tidak tahu apa yang sebenernya kita kuasai: namun tanah yang subur di Indonesia itu sangat penting untuk dijaga. Saya tidak memiliki data berapa banyak pencemaran yang terjadi di Indonesia, namun apabila dibandingkan dengan Cina. Negara kita masih lebih bersih! Banyaknya industri pada suatu negara juga memiliki dampak terhadap kesehatan lingkungan di sekitarnya. Sedangkan mereka mungkin menjadi kaya karena produksinya namun ke mana kekayaan itu bisa mereka nikmati?Saya tidak menganggap bahwa kemudian karena negara itu sukses secara industrial dan informatika kelak kemudian menjadi someone which disdain to see anything else. Mereka juga butuh liburan dan lain-lain. Indonesia bisa menjadi bagian dari itu melalui LINGKUNGANnya. Tidak serta merta orang memilih suatu negara untuk berpariwisata: selain keamanan, makanan dan kebudayaan, lingkungan yang paling TOP TIER itu yang mereka butuhkan. Lingkungan itu sifatnya subliminal (tak kelihatan) namun efeknya paling besar.
Lingkungan yang saya sebut tidak sesempit tentang aspek biofisika saja, namun juga soal sosial-budaya-ekonomi-estetik dll.Menteri Lingkungan Hidup selalu bermasalah dengan enforcement, walau memiliki berbagai ilmu yang bisa membuat alam menjadi semakin berkilau namun tanpa ada dukungan dari kekuatan lain di Indonesia pelaksanaannya sangat sulit. Berbagai fakta di lapangan menyebutkan bahwa masih banyak terjadi pencemaran-pencemaran lingkungan oleh industri besar di Indonesia, namun bisa dihindari dengan metode-metode unskrupulus.
Penekanan enforcement oleh kementrian ini saya garis bawahkan pada 2 kementrian berikutnya. Yaitu bagaimana agar supaya pariwisata dan perikanan itu tidak terganggu oleh masyarakat (baik publik maupun privat-swasta). Saya kurang menyebut soal pertanian karena melihat proyeksi ke depan masyarakat Indonesia yang mungkin menjadi lebih padat. Kita ambil cara yang paling cepat dan efektif.
MENTERI PARIWISATA
Menteri pariwisata akan sangat-sangat berhubungan erat dengan menteri agama. Ormas-ormas yang anarkis harus ditekan habis supaya tidak menimbulkan sifat 'tidak aman' di Indonesia. Masyarakat harus diedukasi lagi dengan pemahaman bahwa perubahan ini akan sangat menguntungkan kalau terjadi, bagi mereka yang penghasilan dibawah 2 juta bisa menjadi 7 juta bila ini berhasil (bukan karena nilai mata uang turun, bukan juga karena pencurian). Standar hidup naik dll. Setiap perubahan yang sangat besar dan mungkin sulit bagi masyarakat harus diimbangi dengan efek baik bagi mereka.Metode-metode pop bisa kita lihat melalui instagram atau sosnet lain, mana saja yang baik dan tidak bertentangan dengan moral agama bisa diekstrak dengan kerja sama dengan organisasi moderat. Saya tidak berharap banyak dari fundamentalis, kaum ini sangat detached terhadap realita. Contoh guidelines dari negara yang sudah maju melalui mahasiswa yang berkuliah di sana. Ambil yang baik, kurangi yang buruk. Semua harus menggunakan metode pragmatis yang menekankan hasil, koreksi bisa dilakukan nanti.
Preman bisa digerakan dengan benefit. Preman adalah seseorang yang tidak bisa dikungkung, namun bukan berarti dia buta terhadap benefit/keuntungan. Artikulasi yang baik dari negosiator sangat penting untuk ini. Ketika persuasi pada daerah-daerah kecil memang membuat untung besar, preman yang waras juga akan terbuka. Tidak ada orang yang secara nature menikmati hal yang jahat dalam hidup mereka, mereka juga menginginkan kehangatan dalam masyarakat yang makmur.
Kebersihan dan kerapian sebagai budaya harus banyak ditekankan. Kita memakai sebuah baju dalam tindakan yang penuh dengan kebersihan dan kerapian, melakukan segala sesuatu dengan nilai-nilai estetika. Bagi orang yang awam, itu akan kelihatan tidak berguna. Tapi begitu sudah melakukan maka hal ini akan mendatangkan 'sense of fulfilment' dan 'sense of achievement' tersendiri. Orang awam akan puas dengan lv 0 tapi begitu naik level lebih tinggi, skill mereka yang belum terbuka akan muncul dan mereka akan craving untuk naik level yang lebih tinggi. Dari kebersihan dan kerapian kemudian akan membawa pada kesenian dan inovasi yang lebih tinggi.
MENTERI PERIKANAN
Di masa mendatang karena banyaknya pencemaran makanan akan semakin langka. Melihat bahwa pencemaran itu adalah sesuatu yang mengalir dari sumber menuju tempat lain melalui prinsip difusi dalam fisika kita tahu bahwa hal itu adalah keniscayaan. Karena langka makanan akan diekspor dari tempat yang bersih ke tempat yang tercemar. Banyak sekali di youtube dibahas oleh para traveller yang mengatakan bahwa kalangan elite di Cina selalu makan dari hasil import. Bahkan masyarakat china tidak mau untuk minum susu hasil produksi sana. Bayangkan kesusahannya kan?
Banyak sekali produk-produk perikanan yang bisa diolah namun kita belum mengetahui teknologi, begitu pula saya yang memang basisnya bukan dari orang perikanan. Saya selalu mengimpikan Indonesia sebagai Atlantis nantinya. Kita akan memiliki banyak sekali menara-menara di laut untuk mengawasi kolam perikanan yang demikian luas. Saya membayangkan laut dalam indonesia itu adalah tentang sea-highway kalau jokowi bilang tol laut ya? Daerah pesisir tetap harus menjadi prioritas awal dalam pengembangan kota, laut dalam Indonesia menjadi lokasi pengiriman barang dan jasa. Sedangkan laut luar adalah tentang kolam-perikanan, semua daerah dimaksimalkan untuk itu. Atau apabila mungkin bisa buat pulau buatan di tengah indonesia semacam 'Singapore' untuk transit segala keperluan. Mungkin Roemoes channel akan buat konten yang seperti itu hehehe..
Saya menulis planning ini sebenernya dengan asumsi, tidak ada hambatan dalam keuangan, birokrasi dan perpolitikan. Memang kalau menanyakan soal nantinya: who own all of this, semuanya akan menjadi runyam. Kalau kita bilang itu nanti dimiliki oleh masyarakat dalam sistem saham gimana? ide ini akan menjadi luar biasa.
MVP berarti: Minimum Viable Product
